Monday, February 2, 2015

I.N.F.P

Sering sekali saya merasa bahwa tidak mudah orang lain untuk bisa mengerti saya, jangankan orang lain, saya sendiri pun sulit untuk mengerti diri saya sendiri. Beberapa hari yang lalu saya melakukan tes kepribadian (lagi) berdasarkan typology Carl Jung yang diadaptasi oleh Myres-Briggs. Pada hasil test saya 5-4 tahun lalu sampai sekarang tetap menggolongkan saya ke INFP dan menurut penjelasan memang saya merasa termasuk ke golongan INFP. Dan ketika saya mengerti setelah melakukan test kepribadian dan sedikit menelaah tentang karakter INFP saya menyadari sangat banyak hal-hal yang persis dengan kepribadian saya. tidak heran kalau saya sering sekali merasa aneh di dalam suatu lingkupan sekolah, komunitas dan keluarga, karena menurut para ahli kepribadian INFP hanya ada sekitar 2% dari populasi manusia di dunia.


"INFPs sangat intuitif tentang orang-orang. Mereka sangat tergantung pada intuisi mereka untuk membimbing mereka, dan menggunakan penemuan mereka untuk terus mencari nilai dalam kehidupan. Mereka berada di sebuah misi terus menerus untuk menemukan kebenaran dan makna hal-hal yang mendasar. Setiap pertemuan dan setiap pengetahuan yang didapat akan disaring, dan dievaluasi untuk melihat apakah memiliki potensi apapun untuk membantu INFP menentukan atau memperbaiki jalan mereka dalam hidup. "
- Potret seorang INFP ( Kepribadian Page)

"Mereka sakral dan mengikat, dalam arti bahwa kemunculan mereka tidak memerlukan pembenaran lebih lanjut. Perasaan INFP yang sering dijaga, tetap aman dari serangan dan ejekan. Hanya beberapa orang  kepercayaannya yangdiijinkan tahu yang sebenarnya..."
- Profil INFP ( INFP Mailing List )

"Sangat kreatif, artistik dan spiritual, mereka dapat menghasilkan karya seni yang indah, musik dan sastra. INFPs adalah seniman alami. Mereka akan menemukan kepuasan besar jika mereka mendorong dan mengembangkan kemampuan artistik mereka. Itu tidak berarti bahwa INFP harus seorang penulis terkenal . Cukup tindakan " menciptakan " akan menjadi sumber memuaskan pembaruan dan penyegaran untuk INFP."
 - Pertumbuhan Pribadi INFP ( Kepribadian Page)


Saya adalah tipe orang yang diam-diam perasa, sensitivitas saya tinggi untuk 'membaca' orang lain, khususnya untuk bahasa tubuh gesture dan saya sangat mengandalkan kekuatan pikiran saya intuisi dalam menentukan/memilih sesuatu dan saya sangat teliti dengan hal-hal yang saya nilai. Saya sangat mengharapkan kualitas dari nilai dan makna kehidupan dan suka sekali bertanya kepada diri sendiri "kenapa bisa seperti ini?" "kenapa bisa terjadi seperti itu?" dll. Saya pun orang yang sangat rentan depresi di dalam, kalau di luar terlihat everything is ok. Untuk masalah sikap saya sangat berhati-hati dalam bertutur kata, takut sekali menyinggung dan menyakiti perasaan orang lain. Untuk masalah emosi dan perasaan saya cenderung tertutup dan menjadikan saya sangat sulit untuk membuka diri kepada orang lain, bila pun ada itu juga hanya orang orang tertentu saja.
Banyak orang yang mengira bahwa saya orang yang sangat dingin, tertutup, aneh dan angkuh. Saya tidak pernah mengalami kesulitan jika ada di lingkungan baru sekalipun, hanya saja tidak mudah untuk dekat dengan saya.Tetapi jujur saya katakan kalau semua itu tidak benar adanya, saya termasuk orang yang childish, manja, gemar bercanda, tertawa dan malas. Malas adalah penyakit dalam diri saya yang sangat saya lawan.
Saya mengembangkan wawasan melalui refleksi dan sering memerlukan waktu untuk sendiri. Untuk sesuatu yang kompleks saya sangat sabar walau pada dasarnya saya tidak terorganisir dan bosan dengan rutinitas.
Sifat khas lain dari INFP adalah tidak ingin membebani orang dan independen. Disini saya menjelaskan salah satu sisi dari paradoksnya tipe INFP. Dalam memilih menu makanan bila ibu saya ingin masak dan menanyakan "hari ini mau makan apa?" saya akan menjawab "tidak tahu". sebenarnya saya tidak ingin membebani orang lain untuk makan makanan yang hanya kesukaan saya, karena selera keluarga saya berlainan. Tidak hanya dalam hal ini, saya sering menggunakan jawaban "tidak tahu" bila diberi pilihan yang membuatku bimbang dalam menolelir perasaan orang lain.
Kerumitan dari kepribadian INFP lainnya adalah komunikasi, tidak gampang untuk mengkomuniasikan perasaan secara verbal. Saya lebih mudah mencurahkan perasaan dan apa yang ada dalam pikiran saya dalam bentuk tulisan (sebab itu saya memberi nama Blog saya Notes of Mind), penjelasan ini juga dijelaskan tentang INFP yang incurably romantic person, tidak emosional, tetapi selalu membutuhkan cinta dalam hidupnya. ...... krik. Ohya! menurut MBTI dalam hal pasangan/partner karakter ENFJ atau ESFJ adalah karakter yang paling cocok dengan INFP he he he..

Tidak mudah memang untuk menjadi orang berkarakter INFP, karena sering tidak percaya diri, karena sering tidak bisa mengatakan tidak, karena sering menjadi tempat orang berkeluh kesah/curhat, karena sering dianggap sombong (padahal sedang berada di zona zoom out), karena sering merasa malu dengan kelakuan yang kadang masih manja seperti anak kecil padahal umur sudah banyak. Tapi dengan membaca typology itu saya bisa mengerti kenapa saya sering merasa terkucil di dunia ini. Tetapi dengan sudah mengetahui dan lebih mengerti diri sendiri mungkin saya bisa menjadi lebih baik lagi. :)










33 comments:

  1. astaga, aku baca semua deskripsi tentang mu dan ngerasa bener semuanya itu aku, karna aku juga INFP, yang masih buat aku ngerasa "kok ternyata ada ya orang yg kayak aku? mirip banget malah ke detail2nya, padahal aku ini kan aneh"

    sensitifku tinggi, kadang jd mudah tersinggung dan mikir macam2 "jangan2 dia mikir kayak gini ke aku, jangan2 dia nggak suka aku, jangan2 aku udah nyinggung dia, jangan2, jangan2" kalau udah pegang prinsip bisa ngotot sama prinsip itu walau kadang bisa nyusahin diri sendiri.

    dulu aku pernah ngotot ga mau diurusin buat SIM cara cepat dan lebih milih ikutan tes aja yang sesuai standar dan aturan, gara2 itu ortuku jd marah dan pihak jasa pembuatan SIM jadi ya tau lah... walaupun akhirnya ttp aja aku pake jasa itu -karna terpaksa dan nggak ada pilihan- habisnya tiba" udah jadi aja gt, trus tes yang kuikuti setengah jalan itu berarti cuma syarat akal"an doang dong? aku masih ngerasa tekhianati sampe sekarang. pernah juga di tilang polisi dan bilang mau ke pengadilan aja tp karna bujuk" manis dan aku orangnya gampang terpengaruh akhirnya aku ikutin aja sesuai 'prosedur di tempat' saat itu walaupun aslinya hatiku nggak rela, mending susah" tp hatiku lega dari pada merasa bersalah selamanya.

    anyway aku juga sama childish, manja, dan pemalas, kelewat childish malah, ibuku bilang aku ga sesuai umurku dan kebanyakan mengkahayal. pikiranku penuh hal2 nggak masuk akal tp itu satu"nya yg bikin aku 'waras'

    oya yg bilang "nggak tau" itu aku juga sering banget ngomong gt, misal klo ditawarin mau makan apa aku jawab nggak tau karna emang nggak tau, kalau nggak bilang terserah.

    aku benci keramainan dan ngerasa bahagia bila ditinggal sendiri, kalau ada orang pulang atau telpon dering itu rasanya jd depresi, apa lagi ngelakuin kerjaan yang ga kusenengin karna terpaksa rasanya lebih depresi lagi. pengenku ibuku ngehargain apa yang kulakuin, kalau udah gitu ga perlu di suruh atau diancam hukuman aku pasti bakal dengan senang hati ngelakuinnya. tapi ibuku nggak ngerti. akibatnya aku jadi semakin pengen ngelakuin kebalikan dari yang ibuku mau.

    kadang temenku bilang aku sombong, nggak suka bergaul, bahkan nyapa tetangga aja jarang, boro" nyapa, nama" tetanggaku aja aku ga tau. mungkin karna aku lebih fokus duniaku sendiri.dan sebenernya aku rada kikuk kalo deketan sama orang lain. bukannya benci mereka tapi banyak orang yang salah paham. biasanya aku cenderung ngindari dan ga mau dengerin gosip" ttg tetangga yang kadang bikin aku disebut "kuper", aku cuman ga terlalu suka ngedengerin kejelekan orang lain, kecuali kalau udah curhat ttg masalahku sendiri.

    kalau ngomong suka banget gelagapan, ga bisa ngekpresiin apa yang kurasain dengan kata". kalau udah terlalu banyak yg nyumpel di pikiran, apalagi waktu marah, jadi blank sendiri, nggak tau musti ngomong apa. makanya kalau marah biasanya ku tulis semua perasaanku langsung di kertas atau di jurnal dalam komputer.

    dari sejak smp aku ngerasa aneh sendiri, makanya aku lebih sering ngapain" sendiri dari pada rombongan. bahkan temen sma ku bilang terang"an kalau aku aneh, rada hyper tp jg suka gelagapan. nggak pernah ngerasa cocok sama siapapun, kalau temenen sama orang pasti bisa dihitung berapa hari bisa bertahan. sering depresi dan nyalahin diri sendiri karna suatu kejadian. benci matematika, suka banget hal" berbau fantasi dan khayalan serta terobsesi sama mimpi (bunga tidur).

    ReplyDelete
  2. Bagiku dunia khayalanku jauh lebih penting dari dunia nyata, kalau bisa aku pengen hidup di sana selamanya. jadi mimpi bagiku itu bukan sekedar mimpi, itu kayak dunia kedua ku dan berasa sangat nyata dan kutunggu".

    aku suka bertanya" buat apa sih kita hidup di dunia ini, tujuannya apa, dan suka mengandaikan hal. misal gmn klo kita udah mati nanti, mumpung sekarang masih hidup anggap aja kita dibangkitin lagi dari kematian dan diberi kesempatan ke dua. juga, pertanyaan yang buat aku selalu takut tak terkira itu "selamanya itu seberapa lama?" tp kalau lihat orang di sekitarku kok kayaknya meraka baik" aja dan cenderung ngganggep hal yang kutakutin itu remeh.

    aku selalu pengen di cintai dan disayang, gapang tersentuh sama hal", bahkan hal remeh pun bisa bikin mewek. BAHKAN cuma mikirin hal yg kuciptain sendiri -nggak ada hubungannya sama dunia nyata dan orang"nya- bisa bikin tiba" netesin air mata sendiri. aku sering nangis karna khayalanku, terutama hal" indah dalam pikiranku yang ga terwujud di dunia nyata.

    nganggep boneka bebekku lebih dari sekedar boneka, udah kayak hidup beneran, karna itu satu"nya bestfriendku. temenan sama sedikit orang. itu pun kebanyakan cuma di dunia maya, dunia nyata? 0 teman. jadi mau kemanapun sendirian, bahkan ke mall. paling seneng kalau pergi ke perpus dan mojok di sudut rak buku paling pojok. bagiku perpustakaan itu tempat ajaib, itu gerbang menuju ke dunia lain, dunia yang kusuka.

    aku sering ngimajinasiin macem" hal, terutama kalau sedang dimarahi ibuku. aku buat selubung tak kasat mata di sekitarku atau tembok tak kasat mata. atau pura" jadi peneliti yang sedang neliti sifat" menusia, gmn dia ngerasain dan ngerespon hal" yang masuk kedalam dirinya. akibatnya aku jd ga ngerasain kalau lagi dimarahin karna ngerasa aku cuma subject penelitianku sendiri dan aku orang lain yang sedang mengamati. cara itu cukup ampuh.

    satu lagi aku suka ngefake jadi karakter sempurna yang kuciptain sendiri karna rasanya susah buat nemuin orang di dunia nyata yg sesuai standarku. seringnya aku nggak pede dalam hal apapun dan susah percaya kalau orang lain bilang aku bagus dalam suatu hal. bahkan nulis masih suka bingung sendiri.

    oya mingkin nggak semuanya kita sama. faktor" lain mungkin jg mempengaruhi, kayak type darah dsb, dengan siapa kita bicara dan begaul, aku sudah ngerasa aku ini INFP bahkan dari jauh sebelumnya. waktu baca pekerjaan apa yang cocok buat INFP agak tercengan juga karna memeng itu pekerjaan yang cocok buat aku dan beberapa udah kuminati dan kujalani dari dulu.

    salam
    ~Sierra~

    http://lifeislikeariddle.blogspot.com/
    http://vampirefreaks.com/sierra
    http://www.wattpad.com/user/SierraLouiza
    https://www.facebook.com/sierrastories

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Sierra? Boleh minta contact person kamu? Thx before

      Delete
    2. add facebook ku aja sis,

      https://www.facebook.com/RatuSierra

      tapi sebelumnya kasih tau nickmu dulu biar ga salah ngeacc :) sorry, late reply

      Delete
    3. sis yg namanya Poppy Yurnal Nasution di fb banyak. yg mana nih? linknya aja?

      Delete
    4. Mungkin kita bisa membuat group fb. Sesama INFP.
      Hay slam kenal. Hal yg dceritakan sama yg kualami

      Delete
    5. semua rasanya sama dengan gambaran diri aku sekarang, hmmm mau dong gabung di group INFP kalau ada hehe

      Delete
  3. Samaa, sering merasa aneh dengan diri ini -___-"

    ReplyDelete
  4. aku juga INFP :'D ternyata masih banyak orang yg kayak aku yaaa jadi terharu serasa menemukan hal yang telah lama dicari :'D

    ReplyDelete
  5. hi aku juga INFP,, mungkinini kali ya yang bikin aku tuh suka ngerasa sensitif dan aneh sama diri aku sendiri..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pertama tama saya juga merasakan hal yang sama kok. Cuma baru sekarang sekarang ini udah bisa handle myself.. *cheers*

      Delete
  6. hi aku juga INFP,, mungkinini kali ya yang bikin aku tuh suka ngerasa sensitif dan aneh sama diri aku sendiri..

    ReplyDelete
  7. Wow..seneng ada teman sesama infp :D
    Struggling everyday to be a better person, itu deh yang sy alami..

    ReplyDelete
  8. Saya juga sebagai INFP selalu menolak saat diajak berdebat, bisa melakukan sesuatu dengan baik tapi harus didorong orang lain sebelum memulainya

    ReplyDelete
  9. Wah, boleh dong jika ada waktu mampir ke FB saya. Saya juga INFP dan bersedia ngobrolin apapun in common https://www.facebook.com/hida.rahayu

    ReplyDelete
  10. Saya juga INFP, hampir sering dalam pergaulan suka dikucilkan πŸ˜–.
    Bnyak sekali persmaan

    ReplyDelete
  11. Aku suka tulisanmu...kurang lebih menggambarkan perasaanku sendiri. Aku juga INFP, sangat ekstrem di I, ekstrem di N dan F, tapi hampir 50/50 di P/J. Kalo boleh aku add FB-nya, yaa...pengen masuk grup INFP jg kalo ada. Aku sering kesepian karena di sekelilingku gk ada yg betul-betul memahami perasaanku. Klo ada sesama INFP ingin aku follow di IG, silakan follow aku di lydia_kisss...nanti aku follow back.
    Klo mau berteman di FB (Lydia Kisnari Sitompul), mohon kasih kode/messenger "INFP" yah...karena aku punya banyak tulisan curhat (aib, hehe) pribadi di lamanku yg tidak ingin terlihat oleh sembarang orang yg tidak bisa memahamiku.
    Sejak kecil dianggap aneh/cuek padahal sebenarnya aku anak yg sensitif dan perasa, hanya saja aku gk bisa mengekspresikan diriku lewat kata-kata. Bahkan ibuku (yg ESTJ) jadi kelewat keras membesarkanku karena dianggap "bertingkah" dan "sombong" hingga aku tumbuh menjadi anak yg depresif dan lonely, sering ngomong sendiri sama kucing/binatang peliharaan/teman khayalan dan membuat komik aneh-aneh tentang bunuh diri dan pemberontakan (dan cinta)... Jarang yg menyadari kegalauanku karena selalu kututupi dengan sikap ceria dan ngebadut gitu, supaya semua orang senang di dekatku, bukannya malah ketularan depresi.
    Oke segitu aja dulu...klo dilanjutin bisa-bisa nulis buku aku di sini, hehehe...
    Salam INFP...semoga kita semua akhirnya bisa berbahagia!!!

    ReplyDelete
  12. Sama. Karakter di atas hampir 100% diriku. Tingkat khayalku tinggi. Selalu bertanya siapa diriku sebenarnya.
    Kadang suka baper tapi jujur diriku orang yg paling panadi dlm menyembunyikan air mata tidak mudah menangis di depan orang siapapun dia,hanya karna alasan supaya selalu terlihat baik2 saja padahal hati sedang tersiksa. Dll masih banyak lg,itu di atas juga aku banget. Aku merasa kena Maladaptive day dreaming

    ReplyDelete
  13. Dulu, pas aku masih SD, aku sering bertanya sama diriku sendiri setiap ada pertemuan keluarga besar, kenapa aku nggak nyaman sama mereka, kenapa aku merasa asing ditengah wajah yang kukenal, kenapa aku merasa kuning diantara birunya air laut. Bahkan orang tuaku sering bilang kalo aku itu aneh, nggak kaya umumnya manusia. Nggak negor tetangga pas papasan, dan ini yang sering jadi bahan gunjingan; nggak pernah juga ikut organisasi atau dateng ke kegiatan sosial; bahkan aku benci banget bukain pintu buat tamu, dan itulah dasar yang buat orang tuaku nyimpulin aku dengan kalimat yang jujur aja buat aku sedih. Seolah, orang tuaku, orang yang ngerawat aku dan mempelajari diriku sejak lahir pun nggak paham sama diriku, aku ngerasa sedih, marah, dan benci sama diriku sendiri yang kaya gini, kenapa aku bahkan nggak ngerasa diterima diantara masyarakat.

    Awalnya kukira, aku itu tipe orang minderan, karena bahkan untuk presentasi di depan kelas dan jadi pembicara aja butuh keberanian besar dan tenaga yang juga besar.Saat ngomong di depan orang banyak dan jadi pusat perhatian temen sekelas itu aja, sering aku merasa melayang. Jadi aku ngomong itu udah kaya didorong kekuatan tak kasat mata dalam diriku yang memang selalu muncul kalo lagi kejebak situasi darurat. Belum lagi setelah selesai ngomong itu, aku mulai mengkritisi diriku sendiri, kepalaku mulai meerinci semua kesalahan yang aku buat, mulai dari diksi yang kupilih, tata bahasa, atau bahkan cara penyampaian materi yang nggak simpel. Itu melelahkan banget, kepalaku rasanya mau meledak saking muaknya sama kritik itu.

    Pernah, aku nyoba buat curhat sama kawan ttg perasaanku, ttg sebagian dari diriku yang buat aku membenci diriku, dan kalian tau apa hasilnya? Dia salah paham, dia salah tangkep atas hal yang kuceritain. Dan dari situ sih, aku jarang mau curhat sama temen lagi. Dan aku nggak punya sahabat di dunia nyata, aku punya banyak kawan, tapi nggak ada satupun dari mereka yang cocok sama aku. Untungnya, aku dapet satu temen online yang beneran mengerti aku dan bisa diajak cerita. Saking kami sering banget cerita, kurasa dia lebih kenal aku ketimbang semua orang yang kukenal di dunia nyata, bahkan orang tua atau saudaraku πŸ˜‚

    Setelahnya,dia rekomenin aku tes kepribadian MBTI, dari rincian yang kudapet, itu bantu aku buat mencintai diriku, menerima diriku dan berusaha fokus ke perbaikan kekurangan yang kumiliki. Dan dari situ aku paham kenapa aku ngerasa kuning diantara birunya air laut, karena memang tipe kepribadian kita langka ternyata. Alhamdulillah, lega sekali. Ternyata apa yang kurasa, apa yang kualami bukan karena aku nggak normal, bukan karena kelainan mental, tapi karena memang langka.

    Sudah deh, ini panjang banget πŸ˜‚ btw glad to know your existence, guys.

    ReplyDelete
  14. Aku juga bingung sama diri sendiri saat ini apalagi aku lagi fase penemuan jati diri dilingkungan yang terlalu cepat menilai dan menjudge seseorang lalu menjauhi nya membuat aku lebih susah untuk menjadi diri sendiri karna takut di cap sebagai orang jahat :(huvt

    ReplyDelete
  15. I’m so infp, baca komen2 ini aja lgsg baper, lgsg ngerasa bgt yg sy alamin.. oh how i love u guys, even i wanna hug all of u, seriously.. boleh ga sy inisiasi bikin grup di telegram atau sejenisnya? I need to help u all espclly myself krn curhat ke org yg ga ngerti kita itu ga gampang sama sekali. Kalo ada yg mau blh respon saya ya di dm ig, Taufik Azhari Lbs, usernamenya azharitaufik. Thank u my pals.

    ReplyDelete
  16. I’m so infp, baca komen2 ini aja lgsg baper, lgsg ngerasa bgt yg sy alamin.. oh how i love u guys, even i wanna hug all of u, seriously.. boleh ga sy inisiasi bikin grup di telegram atau sejenisnya? I need to help u all espclly myself krn curhat ke org yg ga ngerti kita itu ga gampang sama sekali. Kalo ada yg mau blh respon saya ya di dm ig, Taufik Azhari Lbs, usernamenya azharitaufik. Thank u my pals.

    ReplyDelete
  17. Sekarang saya sudah tau siapa diriku,meskipun saya bukan orang yg pandai bergaul namun saya bisa menjadi teman siapapun, saling berbagi tawa dan canda,saling menerima satu sama lain meskipun saya benar2 merasa kelelahan setelah itu. Nyatanya mereka benar2 nyaman di sisiku setelah benar2 mengenalku dan sebagian menaruh kepercayaan pada saya. Saya tidak akan menjadikan pribadiku yg infp sbg alasan bahwa saya benar2 harus selalu sendiri dan jauh dari dunia external, sendiri hanyalah caraku untuk memulihkan energi yg telah terkuras habis. Infp bukanlah seorang Autis maupun Fobia sosial, bagaimanapun juga kita saling membutuhkan. Mereka benar2 butuh kehadiran kita di sisi mereka. Salam i.n.f.p

    ReplyDelete
  18. Terharu baca komentarnya, ternyata sy ga sendiri. Kita bagai gunung es di lautan. Orang hanya melihat bagian atasnya aja hanya kita dan Tuhan yg tau seberapa dalam bagian yg ada di bawah nya. Btw temen2 atau admin punya rekomendasi buku yg bagus dbaca utk org kaya kita atau tips2 memaksimalkan potensi diri.

    ReplyDelete
  19. Apakah gol.darah kalian b wahai para infp ?

    ReplyDelete
  20. Haloo aku juga INFP
    Aku seneng bacain komen2 kalian karena kita senasib wkwkwk
    Jujur aja aku sekarang lagi masa2 rapuh menjadi INFP wkwkwk dan jadi INFP itu bukan hal yang gampang menurut aku, terutama karena INFP sendiri termasuk ke golongan kepribadian yang jarang. Jadi kalo mau curhat atau sharing2 harus cari orang yang bener2 "ngerti" sama pemikiran aku. Kalo kagak? Jatohnya salah paham. Aku juga pernah punya pikiran kalo aku orang yang bener2 "Aneh" karena emang dasar pemikiran aku beda sama orang kebanyakan. Alhasil aku pilah pilih temen dan sekarang aku punya temen deket walaupun gak banyak. Dan sumpah itu juga nyarinya susah payah. Tapi tetep aja kadang diantara mereka aku ngerasa terasing sendiri.

    Sedih banget sama orang yang suka salah paham sama INFP. Aku pernah pengalaman disindir, diomongin lah. Padahal apa yang mereka liat dari aku yang seorang INFP belom tentu seperti apa yang keliatannya

    Jadi INFP itu susah karena INFP itu MOODSWING wkwkkw, paling susah nenangin perasaan sendiri daripada perasaan orang. Belom lagi khayalannya yang amburadul kemana mana WKWKWK. Paling gak suka sama pelajaran itung itungan dah puyeng aplagi KIMIA Allah bahasa alien itu.

    Sering banget kalo ada konflik baik eksternal atau internal dipendem sendiri. Dan itu rasanya sakitt banget. Sebenernya mau cerita tapi gaada orang yang ngerti😭

    Dan sampai sekarang aku masih berjuang sebagai INFP

    Semangat kalian INFP
    Kita sama2 berjuang

    ReplyDelete